FOKUS FISIKA » Listrik Dinamis https://fokusfisika.com Fokus Belajar Fisika Sat, 08 Dec 2018 13:55:57 +0000 en-US hourly 1 https://fokusfisika.com/wp-content/uploads/2016/09/logo-173x300.png » Listrik Dinamis https://fokusfisika.com 32 32 Rangkaian Seri – Paralel Resistor(Hambatan) : Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya https://fokusfisika.com/rangkaian-seri-paralel-resistorhambatan-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/ https://fokusfisika.com/rangkaian-seri-paralel-resistorhambatan-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/#comments Tue, 23 May 2017 15:57:42 +0000 http://fokusfisika.com/?p=701 Rangkaian Seri – Paralel Resistor(Hambatan) : Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya – Hambatan atau resistor dapat dirangkai seri maupun paralel. Pada rangkaian seri maupun rangkaian paralel hambatan akan mempengaruhi nilai arus maupun tegangan pada masing-masing rangkaian. Dan setiap bentuk rangkaian resistor dapat diganti dengan sebuah hambatan pengganti. Berikut ini adalah penjelasan materi mengenai rangkaian seri dan paralel hambatan(resistor).

Rangkaian Hambatan Seri
Bentuk rangkaian seri hambatan(resitor) adalah seperti berikut ini:

rangkaian seri hambatan ( resistor )

Arus pada rangkaian hambatan seri memiliki nilai yang sama sehingga :

\(I_{tot} = I_1 = I_2 = I_3 \)

Sedangkan tegangan pada rangkain hambatan seri yaitu :

\(V_{tot} = V_1 + V_2 + V_3 \)

Maka hambatan total pada rangkaian hambatan seri (hambatan pengganti ) yaitu :

\begin{aligned}
V_{tot} &=V_1 + V_2 + V_3 \\
I_{tot} \cdot R_{tot} &=I_1 \cdot R_1 + I_2 \cdot R_2 + I_3 \cdot R_3 \\
R_{tot} &=R_1 + R_2 + R_3
\end{aligned}

Rangkaian Hambatan Paralel
Bentuk rangkaian hambatan paralel adalah sebagai berikut:

rangkaian paralel hambatan ( resistor )

Arus pada rangkaian hambatan paralel mengikuti Hukum I Kirchoff

ΣImasuk=ΣIkeluar
Itot=I1+I2+I3

Sedangkan tegangan pada rangkaian hambatan paralel memiliki nilai yang sama sehingga :

Vtot=V1=V2=V3

Sehingga rangkaian total hambatan paralel (hambatan pengganti) yaitu:

\begin{aligned}
I_{tot} &=I_1 + I_2 + I_3 \\
\frac{V_{tot}}{R_{tot}} &=\frac{V_I}{R_I} + \frac{V_2}{R_2} + \frac{V_3}{R_3} \\
\frac{1}{R_{tot}} &=\frac{1}{R_I} + \frac{1}{R_2} + \frac{1}{R_3}
\end{aligned}

Contoh Soal 1:
Perhatikan rangkaian hambatan(resistor) campuran di bawah ini!

rangkaian hambatan campuran

Tentukan :
a. Hambatan total rangkaian
b. Arus total
c. Arus di R1
d. Tegangan di R1
e. Arus di titik B-C
f. Tegangan di titik B-C
g. Tegangan di R2
h. Arus di R2
i. Tegangan di R3
j. Arus di R3

Penyelesaian :

a. Hambatan total rangkaian :
Langkah pertama menghitung hambatan pengganti di rangkaian paralel yaitu di titik B-C :

\begin{aligned}
\frac{1}{R_{BC}} &= \frac{1}{R_2} + \frac{1}{R_3} \\
&= \frac{1}{1} + \frac{1}{2} \\
&= \frac{2}{2} + \frac{1}{2} \\
&= \frac{3}{2} \\
R_{BC} &= \frac{2}{3} \quad \Omega
\end{aligned}

Hambatan total rangkaian :

\begin{aligned}
R_{tot} &= R_1 + R_{BC} \\
&= 2 + \frac{2}{3} \\
&= \frac{6}{3} + \frac{2}{3} \\
&= \frac{8}{3} \quad \Omega
\end{aligned}

b. Arus total

\begin{aligned}
V_{tot} &= I_{tot}\cdot R_{tot} \\
8 &= I_{tot}\cdot \frac{8}{3} \\
I_{tot} &= 8 \cdot \frac{3}{8} \\
&= 3 \quad \textrm{A}
\end{aligned}

c. Arus di R1 :
Arus di R1 sama dengan arus total :

I1=Itot = 3 A

d. Tegangan di R1 :

\begin{aligned}
V_1 &= I_1\cdot R_1 \\
&= 3\cdot 2 \\
&= 6 \quad \textrm{volt}
\end{aligned}

e. Arus di titik B-C :
Arus di titik B-C sama dengan arus total :
IBC = Itot = 3 A

f. Tegangan di titik B-C :
Perlu diketahui bahwa hambatan di titik BC adalah hambatan pengganti paralel yang nilainya \(\frac{2}{3} \) Ω

\begin{aligned}
V_{BC} &= I_{BC}\cdot R_{BC} \\
&= 3\cdot \frac{2}{3} \\
&= 2 \quad \textrm{volt}
\end{aligned}

Untuk mencari tegangan di BC dapat juga dengan cara :

\begin{aligned}
V_{tot} &= V_1 + V_{BC} \\
8 &= 6 + V_{BC} \\
V_{BC} &= 2 \quad \textrm{volt}
\end{aligned}

g. Tegangan di R2 sama dengan tegangan di titik BC, karena berupa rangkaian paralel yang besar tegangannya sama :

V2 = VBC = 2 volt

h. Arus di R2 :

\begin{aligned}
V_2 &= I_2 \cdot R_2 \\
2 &= I_2 \cdot 1 \\
I_2 &= 2 \quad \textrm{A}
\end{aligned}

i. Tegangan di R3 :
Tegangan di R3 sama dengan tegangan di titik BC dan juga sama dengan tegangan di R2 karena berupa rangkaian paralel yang memiliki besar tegangan yang sama :
V3 = V2 = VBC = 2 volt

j. Arus di R3 :

\begin{aligned}
V_3 &= I_3 \cdot R_3 \\
2 &= I_3 \cdot 2 \\
I_3 &= 1 \quad \textrm{A}
\end{aligned}

Atau bisa juga dengan cara Hukum I Kirchoff:
\begin{aligned}
\Sigma I_{masuk} &= \Sigma I_{keluar} \\
I_1 &= I_2 + I_3 \\
3 &= 2 + I_3 \\
I_3 &= 1 \quad \textrm{A}
\end{aligned}

Contoh 2 :
Resistor pengganti rangkaian di bawah ini adalah ….
rangkaian hambatan campuran

A. 8 Ω
B. 7 Ω
C. 6 Ω
D. 5 Ω
E. 4 Ω

Pembahasan :
Rangkaian total hambatan paralel :

\begin{aligned}
\frac{1}{R_p} &= \frac{1}{4} + \frac{1}{4} \\
&= \frac{2}{4} \\
R_p &= \frac{4}{2} \\
&= 2 \quad \Omega
\end{aligned}

Rangkaian pengganti total hambatan :
Rtot=3+2+2 = 7 Ω

Jawaban : B

Contoh Soal 3 :
Perhatikan gambar di bawah ini.
rangkaian hambatan campuran
Jika resistor pengganti rangkaian di atas adalah 20 Ω. Besar resistor R4 adalah ….
A. 8 Ω
B. 7 Ω
C. 6 Ω
D. 5 Ω
E. 4 Ω

Pembahasan :
\begin{aligned}
R_{tot} &= R_1 + R_{paralel} + R_5 \\
20 &= 8 + R_{paralel} + 11 \\
20 &= 19 + R_{paralel} \\
R_{paralel} &= 1 \quad \Omega
\end{aligned}

\begin{aligned}
\frac{1}{R_{paralel}} &= \frac{1}{R_2} + \frac{1}{R_3} + \frac{1}{R_4} \\
\frac{1}{1} &= \frac{1}{2} + \frac{2}{6} + \frac{1}{R_4} \\
\frac{6}{6} &= \frac{5}{6} + \frac{1}{R_4} \\
\frac{1}{6} &= \frac{1}{R_4} \\
R_4 &= 6 \quad \Omega
\end{aligned}

Jawaban : C

]]>
https://fokusfisika.com/rangkaian-seri-paralel-resistorhambatan-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/feed/ 3
Hukum Ohm : Materi, Contoh Soal dan Pembahasan https://fokusfisika.com/hukum-ohm-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/ https://fokusfisika.com/hukum-ohm-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/#comments Mon, 22 May 2017 20:45:59 +0000 http://fokusfisika.com/?p=697 Hukum Ohm : Materi, Contoh Soal dan Pembahasan – Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang memiliki nama Georg Simon Ohm (1789 – 1854) pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Calvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.

Bunyi Hukum Ohm adalah : “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”

Hukum Ohm dinyatakan sebagai :

\(V =I\cdot R \)

Dengan :
V = tegangan (V)
I = kuat arus (A)
R = hambatan (Ω)

Contoh Soal 1 :
Sebuah bola lampu diberi tegangan 20 V, resistor lampu tersebut 50 Ω. Besar arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah ….
A. 0,4 A
B. 0,4 mA
C. 2,5 A
D. 2,5 mA
E. 25 mA

Pembahasan :
\begin{aligned}
V &= I\cdot R \\
20 &= I\cdot 50 \\
I &= \frac{20}{50} \\
&= 0,4 \quad \textrm{A}
\end{aligned}

Jawaban : A

Contoh Soal 2 :
Alat pemanas listrik memakai 5 A apabila dihubungkan dengan sumber 110 V. Hambatannya adalah ….
A. 0,05 Ω
B. 5 Ω
C. 22 Ω
D. 110 Ω
E. 550 Ω

Pembahasan :

\begin{aligned}
V &= I\cdot R \\
110 &= 5\cdot R \\
R &= \frac{110}{5} \\
&= 22 \quad \Omega
\end{aligned}

Jawaban : C

Contoh Soal 3 :
Perhatikan gambar berikut !
listrik dinamis
Dari percobaan hubungan tegangan (V) dengan kuat arus (I) pada resistor dihasilkan grafik V-I pada gambar. Jika V = 4,0 volt, maka besar kuat arus yang mengalir adalah ….
A. 50 mA
B. 45 mA
C. 30 mA
D. 25 mA
E. 20 mA

Pembahasan :
\begin{aligned}
\frac{V}{I} &= \frac{V’}{I’} \\
\frac{3,2}{0,04} &= \frac{4,0}{I’} \\
I’ &= \frac{0,16}{3,2} \\
&= 0,05 \quad \textrm{A}\\
&= 50 \quad \textrm{mA}
\end{aligned}

Jawaban : A

]]>
https://fokusfisika.com/hukum-ohm-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/feed/ 0
Daya dan Energi Listrik : Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya https://fokusfisika.com/daya-dan-energi-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/ https://fokusfisika.com/daya-dan-energi-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/#comments Mon, 22 May 2017 02:11:39 +0000 http://fokusfisika.com/?p=692 Daya dan Energi Listrik : Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya – Selamat datang di fokusfisika.com. Pada laman ini akan dijelaskan mengenai daya dan energi listrik yang mencangkup materi, contoh soal dan pembahasannya secara lengkap sehingga dapat membantu anda untuk belajar fisika tentang daya dan energi listrik dengan mudah. Semoga penjelasan dalam laman ini bermanfaat. Selamat belajar.

Daya listrik
Daya listrik adalah energi listrik yang digunakan tiap satuan waktu.
\begin{aligned}
P &= V\cdot I \\
&= I\cdot R\cdot I \\
&= I^2 R \\
P &= V\cdot I \\
&= V\cdot \frac{V}{R} \\
P &= \frac{V^2}{R}
\end{aligned}

Dengan :
P = daya (watt atau W)
V = tegangan (volt = V)
I = kuat arus (ampere = A)
R = hambatan (ohm = Ω)

Energi Listrik
Energi listrik adalah bentuk perubahan energi dari energi potensial listrik atau energi kinetik.

Persamaan energi listrik yaitu :

\begin{aligned}
W &= V\cdot I\cdot t \\
&= P \cdot t
\end{aligned}

Dengan :
W = energi listrik (J)
V = tegangan (V)
I = kuat arus (A)
t = waktu (s)
P = daya (W)

Contoh Soal 1 :
Sebuah lampu pijar yang menggunakan daya 80 watt pada tegangan sumber 220 volt, dipasang pada suatu sumber berpotensial 110 volt. Daya yang dipakai lampu itu adalah ….
A. 320 watt
B. 160 watt
C. 80 watt
D. 40 watt
E. 20 watt

Pembahasan :
\begin{aligned}
I_1 &= I_2 \\
\frac{P_1}{V_1} &= \frac{P_2}{V_2} \\
\frac{80}{200} &= \frac{P_2}{110} \\
P_2 &= 40 \quad \textrm{watt}
\end{aligned}

Jawaban : D

Contoh Soal 2 :
Sebuah keluarga menyewa listrik PLN dengan daya sebesar 500 W pada tegangan 110 V. Jika untuk penerangan keluarga itu menggunakan lampu 100 W, 220 V, maka jumlah lampu maksimum yang dapat dipasang adalah ….
A. 5 buah
B. 10 buah
C. 15 buah
D. 20 buah
E. 25 buah

Pembahasan :
Hambatan lampu tersebut adalah :
\begin{aligned}
P &=\frac{V^2}{R} \\
100 &=\frac{220^2}{R} \\
R &=484 \quad\Omega
\end{aligned}

Daya sebuah lampu jika dipasang pada tegangan 110 V yaitu :
\begin{aligned}
P &=\frac{V^2}{R} \\
&=\frac{110^2}{484} \\
&=25 \quad \textrm{watt}
\end{aligned}

Jadi jika menyewa 500 watt, maka banyaknya lampu yang dapat dipasang yaitu :
\begin{aligned}
P &=\frac{500}{25} \\
&=20 \quad \textrm{buah}
\end{aligned}

Jawaban : D

Contoh Soal 3 :
Sebuah alat pemanas air yang hmabatannya 50 ohm dan dialiri arus 1 ampere, digunakan untuk memanaskan 1 liter air bersuhu 25oC selama 10 menit. Jika di anggap hanya air yamg menerima kalor, maka suhu air menjadi …. (1 kalori = 4,2 joule)
A. 97oC
B. 47oC
C. 34,2oC
D. 32,1oC
E. 7,2oC

Pembahasan :
Kalor jenis air = 4.200 J/kgoC dan massa jenis air 1000 kg/m3.
1 liter air = 1 dm3 = 1 x 10-3 m3
Sehingga massa air : \(m = \rho \cdot V = 1000\cdot 1 \times 10^{-3} = 1 \quad \textrm{kg} \)
Waktu yang dibutuhkan t = 10 menit = 600 s.
Kalor yang diserap sama dengan energi listrik yang dikeluarkan :

\begin{aligned}
Q_{serap} &= W_{listrik} \\
m\cdot c\cdot \Delta T &= P\cdot t \\
m\cdot c\cdot \Delta T &= (I^2 \cdot R)\cdot t \\
1\cdot 4200\cdot \Delta T &= (1^2 \cdot 50)\cdot 600 \\
4200\cdot \Delta T &= 30000 \\
\Delta T &= \frac{30000}{4200} \\
&= 7,1 \quad ^o\textrm{C}
\end{aligned}

Jadi suhu air naik menjadi : Takhir = Tawal + 7,1 = 25 + 7,1 = 32,1 oC

Jawaban : D

Contoh Soal 4:
Kompor listrik mampu mendidihkan 3 liter air dengan suhu 20oC selama 10 menit. Jika tegangan yang diberikan 220 V, maka daya yang dikonsumsi adalah ….(cair = 4200 J/kgoC)
A. 1342 watt
B. 1680 watt
C. 1834 watt
D. 2100 watt
E. 2455 watt

Pembahasan :
Diketahui : 3 liter air = 3 kg dan t = 10 menit = 600 detik.
Kalor yang diserap air sama dengan energi listrik yang diberikan :

\begin{aligned}
Q_{serap} &= W_{listrik} \\
m\cdot c\cdot \Delta T &= P\cdot t \\
3\cdot 4200\cdot (100-20) &= P\cdot 600 \\
P &= \frac{3\cdot 4200 \cdot 80}{600} \\
&= 3\cdot 7 \cdot 80\\
&= 1680 \quad \textrm{watt}
\end{aligned}

Jawaban : B

]]>
https://fokusfisika.com/daya-dan-energi-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasannya/feed/ 0
Kuat Arus Listrik : Materi, Contoh Soal dan Pembahasan https://fokusfisika.com/kuat-arus-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/ https://fokusfisika.com/kuat-arus-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/#comments Mon, 22 May 2017 00:33:02 +0000 http://fokusfisika.com/?p=689 Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir persatuan waktu.

\(I = \frac{q}{t} \)

Dengan :
I = kuat arus listrik (A)
q = muatan listrik (coulomb = C)
t = waktu (s)

Total muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar adalah :

q=ne

Dengan :
q = muatan (C)
e = muatan elektron = -1,6 x 10-19 C
n = banyaknya elektron

Baca Juga :
Daya dan Energi Listrik : Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya
Hukum Ohm : Materi, Contoh Soal dan Pembahasan
Pembahasan SBMPTN Fisika 2015 tentang Hukum II Kirchoff

Contoh Soal 1 :
Muatan sebanyak 240 C mengalir dalam 2 menit. Berapakah besar arus listrik yang mengalir?
Penyelesaian :
q = 240 C
t = 2 menit = 120 s

\begin{aligned}
I &=\frac{q}{t} \\
&=\frac{240}{120} \\
&=2 \quad \textrm{s}
\end{aligned}

Contoh Soal 2 :
Berapa banyaknya elektron yang mengalir pada suatu penghantar setiap menit bila kuat arus yang mengalir pada penghantar tersebut adalah 0,9 A?
Penyelesaian :
Hitung terlebih dulu besar muatan yang mengalir :

\begin{aligned}
q &=I\cdot t \\
&=0,9 \cdot 60 \\
&=54 \quad \textrm{C}
\end{aligned}

Banyaknya elektron yang mengalir tiap menit adalah :
\begin{aligned}
n &=\frac{q}{e} \\
&=\frac{54}{1,6 \times 10^{-19}} \\
&=3,375 \times 10^{20}
\end{aligned}

]]>
https://fokusfisika.com/kuat-arus-listrik-materi-contoh-soal-dan-pembahasan/feed/ 0
Mind Map Fisika : Listrik Dinamis Kelas X SMA https://fokusfisika.com/mind-map-fisika-listrik-dinamis-kelas-x-sma/ https://fokusfisika.com/mind-map-fisika-listrik-dinamis-kelas-x-sma/#comments Tue, 17 May 2016 07:54:32 +0000 http://fokusfisika.com/?p=163 Mind Map Listrik Dinamis Kelas X SMA ]]> https://fokusfisika.com/mind-map-fisika-listrik-dinamis-kelas-x-sma/feed/ 0 Pembahasan SBMPTN Fisika 2015 tentang Hukum II Kirchoff https://fokusfisika.com/pembahasan-sbmptn-fisika-2015-tentang-hukum-ii-kirchoff/ https://fokusfisika.com/pembahasan-sbmptn-fisika-2015-tentang-hukum-ii-kirchoff/#comments Tue, 17 May 2016 01:43:16 +0000 http://fokusfisika.com/?p=156 Perhatikan gambar di bawah ini!
1
Sebuah rangkaian listrik ditunjukkan seperti gambar di atas. Kuat arus yang melalui kawat K adalah ….
A. 0,2 A
B. 0,4 A
C. 0,5 A
D. 0,6 A
E. 0,7 A

Pembahasan :
Diagram arah arus dan arah loop seperti gambar di bawah ini:
2

Berlakukan Hukum I Kirchoff berdasarkan gambar di atas:
\begin{aligned}
I_1 &= I_2 + I_3 \textrm{…..(i)}\\
I_2 &= I_4 + I_5 \textrm{…..(ii)}\\
I_6 &= I_3 + I_5 \textrm{…..(iii)}
\end{aligned}

Berlakukan Hukum II Kirchoff berdasarkan gambar di atas:
Loop 1
\begin{aligned}
\Sigma \varepsilon +\Sigma I\cdot R &= 0 \\
-2 +2I_3 + 6I_6 &= 0 \\
2I_3 + 6I_6 &= 2 \\
I_3 + 3I_6 &= 1 \textrm{….(iv)}
\end{aligned}

Loop 2
\begin{aligned}
\Sigma \varepsilon +\Sigma I\cdot R &= 0 \\
-2 +2I_2 + 6I_4 &= 0 \\
2I_2 + 6I_4 &= 2 \\
I_2 + 3I_4 &= 1 \textrm{….(v)}
\end{aligned}

Loop 3
\begin{aligned}
\Sigma \varepsilon +\Sigma I\cdot R &= 0 \\
0 -6I_4 + 5I_5 +6I_6 &= 0 \\
5I_5 + 6I_6 &= 6I_4 \textrm{….(vi)} \\
\end{aligned}

Substitusikan persamaan (iii) ke persamaan (iv)
\begin{aligned}
I_3 + 3I_6 &= 1 \\
I_3 + 3(I_3 + I_5) &= 1 \\
I_3 + 3I_3 + 3I_5 &= 1 \\
4I_3 + 3I_5 &= 1 \textrm{….(vii)}
\end{aligned}

Substitusikan persamaan (iii) ke persamaan (vi)
\begin{aligned}
5I_5 + 6I_6 &= 6I_4 \\
5I_5 + 6(I_3 + I_5) &= 6I_4 \\
5I_5 + 6I_3 + 6I_5 &= 6I_4 \\
6I_3 + 11I_5 &= 6I_4 \textrm{….(viii)}
\end{aligned}

Eliminasi persamaan (viii) dengan persamaan (vii), terlebih dahulu persamaan (viii) dikali 4 dan persamaan (vii) dikali 6, sehingga :
\begin{aligned}
24I_3 + 44I_5 &= 24I_4 \\
24I_3 + 18I_5 &= 6 \\
————- &= —– – \\
26I_5 &= 24I_4 – 6 \\
13I_5 &= 12I_4 – 3 \\
12I_4 – 13I_5 &= 3 \textrm{….(ix)}
\end{aligned}

Eliminasi persamaan (ix) dengan persamaan (vii), terlebih dahulu persamaan (Vii) dikali 3, sehingga :
\begin{aligned}
12I_4 – 13I_5 &= 3 \\
12I_4 + 3I_5 &= 3 \\
————- &= —— – \\
-16I_5 &= 0 \\
I_5 &= 0 \textrm{….(ix)}
\end{aligned}

Substitusikan I_5 ke persamaan (vii) :
\begin{aligned}
4I_3 +3I_5 &= 1 \\
4I_3 + 0 &=1 \\
I_3 &= \frac{1}{4} \textrm{A}
\end{aligned}

Substitusikan I_5 dan I_3 ke persamaan (iii) :
\begin{aligned}
I_6 &= I_3 + I_5 \\
I_6 &= \frac{1}{4} + 0 \\
I_6 &= \frac{1}{4} \textrm{A}
\end{aligned}

Substitusikan I_6 dan I_5 ke persamaan (vi), sehingga :
\begin{aligned}
5I_5 +6I_6 &= 6I_4 \\
0+6\cdot \frac{1}{4} &=6I_4 \\
\frac{6}{4} &= 6I_4 \\
I_4 &= \frac{1}{4} \textrm{A}
\end{aligned}

Substitusikan I_4 dan I_5 ke persamaan (ii), sehingga :
\begin{aligned}
I_2 &= I_4 + I_5 \\
I_2 &= \frac{1}{4} + 0 \\
I_2 &= \frac{1}{4} \textrm{A}
\end{aligned}

Substitusikan I_2 ke persamaan (i), sehingga :
\begin{aligned}
I_1 &= I_2 + I_3 \\
I_1 &= \frac{1}{4} + \frac{1}{4} \\
I_1 &= \frac{2}{4} \\
I_1 &= 0,5 \textrm{A}
\end{aligned}

Jawaban C

]]>
https://fokusfisika.com/pembahasan-sbmptn-fisika-2015-tentang-hukum-ii-kirchoff/feed/ 0